Tentang AquaMind
Deep tech startup mahasiswa lintas disiplin Universitas Sebelas Maret yang mengembangkan penjaga tambak pintar berbasis Edge AI (TinyML) dan kemandirian energi surya.
Tantangan Budidaya
Keterlambatan deteksi kualitas air secara manual menyebabkan risiko kematian massal ikan dan udang di tambak terpencil.
Gagal Panen Blanakan, Subang
Kematian massal 40 ton udang windu akibat telat penanganan dini hari. Total kerugian mencapai Rp 4 Miliar.
Pemantauan Manual
Pengecekan kualitas air manual hanya 2–3 kali/hari, sering terlambat mendeteksi perubahan drastis, terutama pada malam hari.
Risiko Kerugian Besar
Kasus nyata di Blanakan, Subang: kematian massal 40 ton udang menyebabkan kerugian hingga ~Rp 4 Miliar.
Ketergantungan Listrik & Internet
Solusi yang ada saat ini sangat bergantung pada internet dan listrik PLN, tidak cocok untuk tambak di lokasi terpencil.
Biaya Operasional Tinggi
Tagihan listrik untuk aerator dan biaya tenaga kerja pengecekan manual membebani petambak, terutama saat harga pakan dan benih terus naik.
Visi & Misi Kami
AquaMind lahir dari keprihatinan atas tingginya risiko gagal panen akibat fluktuasi kualitas air yang mendadak. Dengan IoT + Edge AI mandiri, kami mendemokratisasi akuakultur modern untuk petambak di seluruh Indonesia.
Visi
Solusi Cerdas Otonom
Menjadi pelopor teknologi akuakultur cerdas berbasis kecerdasan buatan lokal (Edge AI) yang berjalan otonom 24/7.
Kemandirian Energi Surya
Mendorong budidaya ramah lingkungan melalui penggunaan modul energi surya mandiri 100% bebas emisi karbon.
Kedaulatan Pangan Nasional
Mewujudkan swasembada hasil laut serta memperkuat ekonomi petambak tradisional di seluruh pelosok Indonesia.
Misi
Inovasi Edge AI Otonom
Mengembangkan model prediksi kualitas air berbasis kecerdasan buatan lokal (TinyML) hemat daya langsung di perangkat keras.
Kemandirian Operasional Tambak
Merancang perangkat IoT tangguh terintegrasi panel surya yang bekerja penuh secara mandiri tanpa listrik PLN dan internet.
Pemberdayaan Ekonomi Petambak
Membantu petambak tradisional mencegah kerugian gagal panen secara dini serta meningkatkan efisiensi biaya operasional tambak.
Struktur Organisasi
Kolaborasi mahasiswa lintas disiplin ilmu (Fisika dan Informatika) Universitas Sebelas Maret yang berdedikasi menciptakan dampak nyata.

